Rabu, 21 Desember 2011

PESONA MATEMATIKA


Sejarah Sistem Bilangan

19MEI
Mungkin pernah terlintas dibenakmu, kenapa 1 jam itu 60 menit ? Coba deh hitung 330 menit itu berapa jam, saya yakin kamu akan sedikit berpikir untuk mengatakan 330 menit itu 5,5 jam. Coba bayangkan kalo kita mau sepakat 1 jam itu 100 menit, saya yakin kita semua tidak perlu berpikir panjang untuk mengatakan 330 menit itu 3,3 jam. Hal serupa mungkin terjadi untuk masalah ini: kenapa 1 tahun itu 12 bulan?
Untuk mengetahui kenapa seperti itu, marilah kita belajar sedikit sejarah matematika, tepatnya di sejarah sistem bilangan.
PERHITUNGAN PRIMITIF
Konsep bilangan dan proses berhitung berkembang dari jaman sebelum ada sejarah (artinya tidak tercatat sejarah kapan dimulainya). Mungkin bisa diperdebatkan, tapi diyakini sejak jaman paling primitif pun manusia memiliki “rasa” terhadap apa yang dinamakan bilangan, setidaknya untuk mengenali mana yang “lebih banyak” atau mana yang “lebih sedikit” terhadap berbagai benda, beberapa penelitian terhadap binatang menunjukkan binatakan juga memiliki “rasa” itu. Suatu suku atau suku bangsa primitif, harus tau seberapa banyak mereka memiliki teman dan seberapa banyak musuhnya.
Sementara proses berhitung kemungkinan dimulai dari metode pencocokan sederhana, dengan prinsip korespondensi satu-satu. Sebagai contoh saat menghitung jumlah benda, satu jari untuk satu benda bisa jadi adalah asal-usulnya. Proses berhitung kemudian berkembang dengan pengumpulan tongkat kayu atau kerikil, dengan menbuat coretan di tanah atau batu, dengan membuat catatan di kulit pohon, membuat ikatan pada ranting. Dan kemungkinan pada tahap berikutnya, mereka mulai mencocokan bilangan dengan suara tertentu.
SISTEM BILANGAN
Ketika bilangan maupun proses berhitung sudah semakin penting, maka suatu suku bangsa mulai mensistematiskannya, ini dilakukan dengan mengurutkan bilangan kedalam kelompok tertentu, ukuran kelompok ditentukan oleh proses pemasangan anggota. Sederhana koq, ilustrasi metodenya begini. Misalkan sebuah bilangan, namakan b, dipilih sebagai basis untuk berhitung dan nama bilangan diurutkan oleh bilangan 1,2,….,b. Nama bilangan yang lebih besar dari b diperoleh dari kombinasi bilangan yang sudah ada.
Karena jari manusia adalah alat yang baik untuk membant proses berhitung, tidak aneh kalau paling tepat 10 dipilih sebagai basis, nyatanya tetap dipakai sampai hari ini di sistem bilangan modern. Lihata saja 15 adalah kombinasi 1 dan 5, demikian juga bilangan lainnya yang lebih besar dari 10.
Tapi terdapat bukti-bukti bahwa bilangan lain dipakai sebagai basis. Sebagai contoh, ada penduduk asli QUEENSLAND yang berhitung “one, two, two and one, two twos, dan much” untuk bilangan 1, 2, 3, 4, 5, dan 6, ini berarti 2 digunakan sebagai basis. Suku di Tierra del Fuego menggunakan 3 sebagai basis, dan suatu suku di Amerika Selatan menggunakan 4 sebagai basis.
Mudah ditebak sistem bilangan dengan basis 5, lebih dikenal dengan skala quinary (quinary scale), pernah digunakan cukup lama. Bahkan sampai hari ini, beberapa suku di Amerika Selatan menghitung menggunakan tangan, ” satu, dua, tiga, empat, tangan, tangan dan satu, tangan dan dua…” dan seterusnya. Para petani Jerman menggunakan kalender dengan basis 5 sekitar tahun 1800.
Terdapat juga bukti bahwa 12 pernah dipakai sebagai basis di jaman dulu, utamanya dalam hubungan ke ukuran. Basis 12 ini diduga dipakai dasar dalam membuat kalender. Pada gambaran lain ukuran jarak satu kakisama dengan 12 inci, selusin itu 12, setahun 12 bulan dan lain sebagainya.
Sistem bilangan dengan basis 20 juga dipakai secara luas, sistem ini digunakan oleh orang indian di amerika dan yang tidak kalah terkenal sistem bilangan berbasis 20 ini digunakan oleh suku Maya (itu loh suku purba yang ngeramal kiamat tahun 2012). Jejak-jekak penggunaan sistem bilangan skala 20 juga ditemukan di Prancis, Denmark dan Wales. Sistem bilangan basis 20 ini lebih dikenal dengan nama skala vigesimal (vigesimal scale).

TAMBAHAN PENGETAHUAN
Kuadrat 1 : 1
Kuadrat 2 : 4
Kuadrat 3 : 9
Kuadrat 4 : 16
Kuadrat 5 : 25...................dst
...........................................
Kuadrat 1 : 1
Kuadrat 2 : 1(Bilangan Sebelumnya) + 1(Akar dari bilangan sebelumnya) + 2(Angka kuadrat ke berapa yang ingin dicari)
Kuadrat 2 : 1+1+2 = 4
Kuadrat 3 : 4+2+3 = 9
Kuadrat 4 : 9+3+4 = 16
Kuadrat 5 : 16+4+5 = 25
Dan seterusnya

Sehingga menjadi...
Un = (n-1) + n + (n-1)2
Un = Urutan ke N
N = Angka

Contoh =
U10 = 9+10+81
U10 = 100



seJaR@h Mat3MaTik@ Secara Geografis
1. Mesopotamia
- Menentukan system bilangan pertama kali
- Menemukan system berat dan ukur
- Tahun 2500 SM system desimal tidak lagi digunakan dan lidi diganti oleh notasi berbentuk baji

2. Babilonia
- Menggunakan sitem desimal dan π=3,125
- Penemu kalkulator pertama kali
- Mengenal geometri sebagai basis perhitungan astronomi
- Menggunakan pendekatan untuk akar kuadrat
- Geometrinya bersifat aljabaris
- Aritmatika tumbuh dan berkembang baik menjadi aljabar retoris yang berkembang
- Sudah mengenal teorema Pythagoras


3. Mesir Kuno
- Sudah mengenal rumus untuk menghitung luas dan isi
- Mengenal system bilangan dan symbol pada tahun 3100 SM
-Mengenal tripel Pythagoras
- Sitem angka bercorak aditif dan aritmatika
- Tahun 300 SM menggunakan system bilangan berbasis 10


4. Yunani Kuno
- Pythagoras membuktikan teorema Pythagoras secara matematis (terbaik)
- Pencetus awal konsep[ nol adalah Al Khwarizmi
- Archimedes mencetuskan nama parabola, yang artinya bagian sudut kanan kerucut
- Hipassus penemu bilangan irrasional
- Diophantus penemu aritmatika (pembahasan teori-teori bilangan yang isinya merupakan pengembangan aljabar yang dilakukan dengan membuat sebuah persamaan)
- Archimedes membuat geometri bidang datar
- Mengenal bilangan prima


5. India
- Brahmagyupta lahir pada 598-660 Ad
- Aryabtha (4018 SM) menemukan hubungan keliling sebuah lingkaran
- Memperkenalkan pemakaian nol dan desimal
- Brahmagyupta menemukan bilangan negatif
- Rumus a2+b2+c2 telah ada pada “Sulbasutra”
- Geometrinya sudah mengenal tripel Pythagoras,teorema Pythagoras,transformasi dan segitiga pascal


6. China
- Mengenal sifat-sifat segitiga siku-siku tahun 3000 SM
- Mengembangkan angka negatif, bilangan desimal, system desimal, system biner, aljabar, geometri, trigonometri dan kalkulus
- Telah menemukan metode untuk memecahkan beberapa jenis persamaan yaitu persamaan kuadrat, kubikdan qualitik
- Aljabarnya menggunakan system horner untuk menyelesaikan persamaan kuadrat

Selasa, 20 Desember 2011

Info UN 2012

SKL UN TAHUN 2012

Standar Kompetensi Lulusan untuk tahun pelajaran 2011/2012
telah di keluarkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) 
pada tanggal 14 Desember 2011.
Diharapkan para siswa bisa menterjemahkan dan mempelajari Kisi-kisi nya
dengan baik dan benar coy....agar hasil yang di dapatkan bisa bagus.
Langsung aja di download kisi-kisinya disini

JADWAL UJIAN NASIONAL 2012

NO   
JENJANG
UJIAN
UTAMA
UJIAN
SUSULAN
KELULUSAN    
1
  SMA/MA/SMK      16 sd 19
   APRIL 2012  
    23 sd 26
   APRIL 2012  
   24 MEI 2012
2
   SMP/MTs/SMPLB         23 sd 26
   APRIL 2012
  30 APRIL sd
  04 MEI 2012
  02 JUNI 2012
3
SD/MI/SDLB     07 sd 09
     MEI 2012
     15 sd 16
    MEI 2012
  KEWENANGAN
       PROVINSI

Jumlah butir soal SMA Program IPA
NO
MATA PELAJARAN
JUMLAH
BUTIR SOAL
ALOKASI
WAKTU
1
BAHASA INDONESIA 50120 MENIT  
2
BAHASA INGGRIS50 (15 Listening + 35 pilihan ganda) 120 MENIT
3
MATEMATIKA40120 MENIT
4
FISIKA40120 MENIT
5
KIMIA40120 MENIT
6
BIOLOGI40120 MENIT

Jumlah butir soal SMA Program IPS
NOMATA PELAJARANJUMLAH
BUTIR SOAL
ALOKASI
WAKTU
1BAHASA INDONESIA 50120 MENIT  
2BAHASA INGGRIS50 (15 Listening + 35 pilihan ganda) 120 MENIT
3MATEMATIKA40120 MENIT
4EKONOMI40120 MENIT
5SOSIOLOGI40120 MENIT
6GEOGRAFI40120 MENIT

Lebih komplitnya tentang
PROSEDUR OPERASI STANDAR (POS) UJIAN NASIONAL 2012
dapat di download disini