Sejarah Sistem Bilangan
19MEI
Mungkin
pernah terlintas dibenakmu, kenapa 1 jam itu 60 menit ? Coba deh hitung
330 menit itu berapa jam, saya yakin kamu akan sedikit berpikir untuk
mengatakan 330 menit itu 5,5 jam. Coba bayangkan kalo kita mau sepakat 1
jam itu 100 menit, saya yakin kita semua tidak perlu berpikir panjang
untuk mengatakan 330 menit itu 3,3 jam. Hal serupa mungkin terjadi untuk
masalah ini: kenapa 1 tahun itu 12 bulan?
Untuk mengetahui kenapa seperti itu, marilah kita belajar sedikit sejarah matematika, tepatnya di sejarah sistem bilangan.

PERHITUNGAN PRIMITIF
Konsep
bilangan dan proses berhitung berkembang dari jaman sebelum ada sejarah
(artinya tidak tercatat sejarah kapan dimulainya). Mungkin bisa
diperdebatkan, tapi diyakini sejak jaman paling primitif pun manusia
memiliki “rasa” terhadap apa yang dinamakan bilangan, setidaknya untuk
mengenali mana yang “lebih banyak” atau mana yang “lebih sedikit”
terhadap berbagai benda, beberapa penelitian terhadap binatang
menunjukkan binatakan juga memiliki “rasa” itu. Suatu suku atau suku
bangsa primitif, harus tau seberapa banyak mereka memiliki teman dan
seberapa banyak musuhnya.
Sementara
proses berhitung kemungkinan dimulai dari metode pencocokan sederhana,
dengan prinsip korespondensi satu-satu. Sebagai contoh saat menghitung
jumlah benda, satu jari untuk satu benda bisa jadi adalah asal-usulnya.
Proses berhitung kemudian berkembang dengan pengumpulan tongkat kayu
atau kerikil, dengan menbuat coretan di tanah atau batu, dengan membuat
catatan di kulit pohon, membuat ikatan pada ranting. Dan kemungkinan
pada tahap berikutnya, mereka mulai mencocokan bilangan dengan suara
tertentu.
SISTEM BILANGAN
Ketika
bilangan maupun proses berhitung sudah semakin penting, maka suatu suku
bangsa mulai mensistematiskannya, ini dilakukan dengan mengurutkan
bilangan kedalam kelompok tertentu, ukuran kelompok ditentukan oleh
proses pemasangan anggota. Sederhana koq, ilustrasi metodenya begini.
Misalkan sebuah bilangan, namakan b, dipilih sebagai basis untuk
berhitung dan nama bilangan diurutkan oleh bilangan 1,2,….,b. Nama
bilangan yang lebih besar dari b diperoleh dari kombinasi bilangan yang
sudah ada.
Karena
jari manusia adalah alat yang baik untuk membant proses berhitung,
tidak aneh kalau paling tepat 10 dipilih sebagai basis, nyatanya tetap
dipakai sampai hari ini di sistem bilangan modern. Lihata saja 15 adalah
kombinasi 1 dan 5, demikian juga bilangan lainnya yang lebih besar dari
10.
Tapi
terdapat bukti-bukti bahwa bilangan lain dipakai sebagai basis. Sebagai
contoh, ada penduduk asli QUEENSLAND yang berhitung “one, two, two and one, two twos, dan much”
untuk bilangan 1, 2, 3, 4, 5, dan 6, ini berarti 2 digunakan sebagai
basis. Suku di Tierra del Fuego menggunakan 3 sebagai basis, dan suatu
suku di Amerika Selatan menggunakan 4 sebagai basis.
Mudah ditebak sistem bilangan dengan basis 5, lebih dikenal dengan skala quinary (quinary scale), pernah digunakan cukup lama. Bahkan sampai hari ini, beberapa suku di Amerika Selatan menghitung menggunakan tangan, ” satu, dua, tiga, empat, tangan, tangan dan satu, tangan dan dua…” dan seterusnya. Para petani Jerman menggunakan kalender dengan basis 5 sekitar tahun 1800.
Terdapat
juga bukti bahwa 12 pernah dipakai sebagai basis di jaman dulu,
utamanya dalam hubungan ke ukuran. Basis 12 ini diduga dipakai dasar
dalam membuat kalender. Pada gambaran lain ukuran jarak satu kakisama dengan 12 inci, selusin itu 12, setahun 12 bulan dan lain sebagainya.
Sistem
bilangan dengan basis 20 juga dipakai secara luas, sistem ini digunakan
oleh orang indian di amerika dan yang tidak kalah terkenal sistem
bilangan berbasis 20 ini digunakan oleh suku Maya (itu loh suku purba
yang ngeramal kiamat tahun 2012). Jejak-jekak penggunaan sistem bilangan
skala 20 juga ditemukan di Prancis, Denmark dan Wales. Sistem bilangan
basis 20 ini lebih dikenal dengan nama skala vigesimal (vigesimal scale).
Kuadrat 1 : 1
Kuadrat 2 : 4
Kuadrat 3 : 9
Kuadrat 4 : 16
Kuadrat 5 : 25...................dst
...........................................
Kuadrat 2 : 4
Kuadrat 3 : 9
Kuadrat 4 : 16
Kuadrat 5 : 25...................dst
...........................................
Kuadrat 1 : 1
Kuadrat 2 : 1(Bilangan Sebelumnya) + 1(Akar dari bilangan sebelumnya) + 2(Angka kuadrat ke berapa yang ingin dicari)
Kuadrat 2 : 1+1+2 = 4
Kuadrat 3 : 4+2+3 = 9
Kuadrat 4 : 9+3+4 = 16
Kuadrat 5 : 16+4+5 = 25
Dan seterusnya
Sehingga menjadi...
Un = (n-1) + n + (n-1)2
Un = Urutan ke N
N = Angka
Contoh =
U10 = 9+10+81
U10 = 100
Kuadrat 2 : 1(Bilangan Sebelumnya) + 1(Akar dari bilangan sebelumnya) + 2(Angka kuadrat ke berapa yang ingin dicari)
Kuadrat 2 : 1+1+2 = 4
Kuadrat 3 : 4+2+3 = 9
Kuadrat 4 : 9+3+4 = 16
Kuadrat 5 : 16+4+5 = 25
Dan seterusnya
Sehingga menjadi...
Un = (n-1) + n + (n-1)2
Un = Urutan ke N
N = Angka
Contoh =
U10 = 9+10+81
U10 = 100
seJaR@h Mat3MaTik@ Secara Geografis
1. Mesopotamia
- Menentukan system bilangan pertama kali
- Menemukan system berat dan ukur
- Tahun 2500 SM system desimal tidak lagi digunakan dan lidi diganti oleh notasi berbentuk baji
2. Babilonia
- Menggunakan sitem desimal dan π=3,125
- Penemu kalkulator pertama kali
- Mengenal geometri sebagai basis perhitungan astronomi
- Menggunakan pendekatan untuk akar kuadrat
- Geometrinya bersifat aljabaris
- Aritmatika tumbuh dan berkembang baik menjadi aljabar retoris yang berkembang
- Sudah mengenal teorema Pythagoras
3. Mesir Kuno
- Sudah mengenal rumus untuk menghitung luas dan isi
- Mengenal system bilangan dan symbol pada tahun 3100 SM
-Mengenal tripel Pythagoras
- Sitem angka bercorak aditif dan aritmatika
- Tahun 300 SM menggunakan system bilangan berbasis 10
4. Yunani Kuno
- Pythagoras membuktikan teorema Pythagoras secara matematis (terbaik)
- Pencetus awal konsep[ nol adalah Al Khwarizmi
- Archimedes mencetuskan nama parabola, yang artinya bagian sudut kanan kerucut
- Hipassus penemu bilangan irrasional
-
Diophantus penemu aritmatika (pembahasan teori-teori bilangan yang
isinya merupakan pengembangan aljabar yang dilakukan dengan membuat
sebuah persamaan)
- Archimedes membuat geometri bidang datar
- Mengenal bilangan prima
5. India
- Brahmagyupta lahir pada 598-660 Ad
- Aryabtha (4018 SM) menemukan hubungan keliling sebuah lingkaran
- Memperkenalkan pemakaian nol dan desimal
- Brahmagyupta menemukan bilangan negatif
- Rumus a2+b2+c2 telah ada pada “Sulbasutra”
- Geometrinya sudah mengenal tripel Pythagoras,teorema Pythagoras,transformasi dan segitiga pascal
6. China
- Mengenal sifat-sifat segitiga siku-siku tahun 3000 SM
- Mengembangkan angka negatif, bilangan desimal, system desimal, system biner, aljabar, geometri, trigonometri dan kalkulus
- Telah menemukan metode untuk memecahkan beberapa jenis persamaan yaitu persamaan kuadrat, kubikdan qualitik
- Aljabarnya menggunakan system horner untuk menyelesaikan persamaan kuadrat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar